Tentang Gaziantep

Gaziantep adalah kota kecil di sebelah tenggara Turki. Dibilang kecil, maksudnya, kota ini hanya dihuni oleh 1 juta jiwa (per November 2015, populasi Antep menjadi sekitar 1,5 juta jiwa - red).

Beberapa tahun yang lalu, masya Alloh, saya kerjanya ngedumel mulu karena segala yang serba ada di Jakarta, disini ga ada. Seiring dengan berjalannya waktu dan hanya dengan ijin Alloh jualah, saya mulai merasa ada banyak keindahan yang bisa bikin hati hepi walau semua yang serba ada itu tetep ga ada, hehe. Tapi kan, jika kamu bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat-KU, begitu kan janji Alloh. Jadi, dinikmatin aja ya jeung :D



Eniweh, ini nih beberapa yang bikin hati ga karu-karuan senengnya. Alhamdulillah.

Papatya atau kita kenalnya chamomile, disini biasa dipetik untuk dikeringkan dan dibuat teh. Bunga kering ini berkhasiat melawan flu. Apalagi yang dipetik di bulan Mei. Udah cantik, berkhasiat pula. Siapa yang ga hepi liatnya. 





Kota ini punya banyak taman dan luas-luas pula. Luasnya itu bisa dari mol satu ke mol yang lain. Ini yang bikin saya kangen sama Jakarta. Kapan kota Jakarta punya taman yang kayak gini. Bersih, luas, adem, GRATIS pula! Ampe parkirnya pun gratis loh pak gubernur Jakarta. 





Yang ga kalah menawan dari Gaziantep adalah musim semi. Di musim inilah bunga Tulip bermekaran dan Botanik Park sebagai tempat yang paling banyak punya bunga Tulip akan membuat pengumuman kalo bunga Tulip koleksinya sudah bermekaran. Bukan cuma di Botanik Park, di taman-taman besar dan kecil di seantero kota, bunga Tulip akan terlihat mempercantik dan membuat suasana meriah.





Lima yang Antep Bangettt!
1. Pistachio
Kota Gaziantep terkenal sebagai produsen kacang Pistachio nomor satu di Turki. Kacang ini berbeda dari kacang serupa yang dihasilkan oleh Amerika dan Iran. Kata orang-orang si Pistachio dari Gaziantep rasanya lebih legit (mereka menyebutnya Antep fıstığı). Karena saya belum pernah coba semua, saya ga tau kebenarannya. Tapi yang pasti kalo udah coba satu, ga bisa berhenti.

Musim Pistachio yang disebut fıstık berlangsung mulai Agustus sampai Oktober. Buah-buah Pistachio yang merah dan segar (taze) beredar di seantero kota. Jika membeli dari pusat kulakan, kita bisa membeli dengan harga di bawah 10TL/kg. Tapi jika kita membelinya dari toko di pasar atau terminal, harga akan naik berkali-kali lipat.

Si Pistachio ini menjadi bahan pembuat baklava dan kopi Menengiç.






2. Baklava
Baklava adalah sejenis pencuci mulut yang merupakan ciri khas kekaisaran Ottoman. Ia terbuat dari phyllo pastry yang disusun sehingga menjadi lapisan kulit yang garing yang kemudian diisi kacang pistachio dan disiram air gula. Rasa manisnya luar biasa moanisss. Antep dikenal dengan baklava yang berisi pistachio walau baklava jenis lain pun banyak ditemui di Antep. Restauran yang terkenal dengan baklava adalah Imam Çağdaş (baca: Imam Cadas). Harga disana pun selangit. Jika hanya sekedar ingin tahu rasanya, datangilah kedai-kedai baklava yang tersebar di seluruh Antep dengan harga yang lebih terjangkau. 



Baklava dan Künefe

Nama produsen baklava yang terkenal di seantero Turki adalah Güllüöğlü. Saking terkenalnya, mereka sudah buka cabang pula di Amerika. Wow!

3. Gypsy Girl
Gypsy Girl adalah seorang gadis yang fotonya atau gambarnya menjadi ikon pariwisata Antep. Foto tersebut ditemukan di reruntuhan Zeugma yang merupakan sebuah kota kuno di tepian sungai Eufrat. Reruntuhan yang berhasil diselamatkan kemudian dikumpulkan di sebuah museum yang bernama Zeugma Mosaics Museum yang merupakan yang terbesar di dunia. Museum ini sekarang berada di Antep dan lebih luas dari museum sebelumnya. Lebih lanjut tentang zeugma, lihat disini.



Mosaik Gypsy Girl di Çarşı

4. Kerajinan Perunggu
Kalo Kota Gede punya perak, Antep punya perunggu atau bakır. Jika kita ke kota, ada satu lokasi khusus untuk para perajin perunggu yang disebut bakırcılar çarşısı. Kerajinan yang dihasilkan dari mulai sendok, perabot dapur, sampai perhiasan menjadi ciri khas kebanggaan kota Antep.

Kopi Turki dengan Wadah Kopi dari Perunggu

5. Sepatu Yemeni
Sepatu Yemeni adalah sepatu kulit buatan tangan khas Antep. Sepatu ini biasanya dipakai di musim panas karena si kulit asli akan rusak jika dipakai di musim dingin. Perajin sepatu yemeni ini pun banyak dijumpai di çarşı, berdekatan dengan perajin perunggu.

Lihat juga beberapa tulisan saya tentang jalan-jalan di Antep. Lihat juga tentang Gaziantep di Wikipedia.



Tentang Warteg Gaziantep

Sebelum tinggal di Gaziantep, saya tinggal di Jakarta. Lahir dan besar di sana. Sekolah dan bekerja pun disana.

Saat ini saya tinggal di Gaziantep (bersama suami dan anak kembar kami) dan saya kangen berat sama warteg sehingga memilih nama ini untuk blog saya. Awalnya sih cuma usaha untuk menyimpan resep-resep yang sudah saya coba. Ternyata, mencoba resep dan mengolah bahan mentah menjadi sebuah sajian itu seru juga, ya. Ditambah  motretnya, makin seru. Ngeblognya pun melebar kemana-mana, sekalian mengeluarkan isi kepala. Mengutip kata-kata Lord Byron, "If I don't write to empty my mind, I go mad."

Semoga blog ini bisa bermanfaat untuk semua. Aamiin.

Salam kenal dari Gaziantep ^_^




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...